Mengenai Saya

Foto Saya
aku ngga bisa nilai diri sendiri, cuma orang lain yang dapat nilai saya.......ok

Kamis, 24 September 2009

Kematian Akibat Rokok Melonjak Pada 2020


Lihat Gambar
Angka kematian akibat rokok di dunia diperkirakan akan berlipat ganda pada tahun 2020 namun para ilmuwan Jumat (17/02) mengatakan angka sesungguhnya kemungkinan akan jauh lebih tinggi.

Proyeksi keadaan tersebut kemungkinan terlalu rendah karena menurut survei internasional dari remaja dengan kisaran umur 13-15 tahun ditemukan kenaikan yang tak terduga dikalangan remaja wanita, meningkatnya jumlah perokok dengan sendirinya meningkatkan jumlah perokok pasif dan meningkatnya jumlah penguna produk tembakau lainnya.

"Kaitan dampak penggunaan tembakau didunia dapat lebih jauh lebih besar dari yang diperkirakan," kata Dr.Charles Warren dari Pusat penanggulangan dan pencegahan Penyakit 9CDC) di Atlanta, Georgia.

"Kecuali kita melakukan sesuatu maka hal itu akan membawa kita kepada angka kematian yang jauh lebih tinggi," kata Dr.Warren kepada pers.

Penelitian akan penggunaan tembakau dikalangan remaja (Global Youth Tobacco Survey - GYTS) dari 131 negara dengan jumlah sekitar 750 ribu termasuk yang berada di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang dilakukan oleh Warren dan timnya memperlihatkan sebanyak 9% murid-murid usia remaja merokok dan 11% menggunakan produk lain tembakau antara lain, permen kunyah tembakau, cerutu dan menghisap tembakau lewat pipa.

Mengecilnya perbedaan

Hasil survei tersebut juga memperlihatkan mengecilnya perbedaan angka perokok wanita dan pria. Menurut penelitian sebelumnya jumlah perokok pria empat kali lipat dari jumlah perokok wanita.

Namun hasil perolehan jajak pendapat GYTS perbedaan tersebut memperlihatkan selisih diantara keduanya hanyalah jumlah perokok pria lebih besar 2,3 kali lebih besar dibeberapa negara bahkan tidak ada perbedaan diantara keduanya antara perokok remaja putra dengan yang putri.

"Angka yang tinggi dikalangan remaja putri adalah berita yang paling buruk yang kita peroleh. Hal itu menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan yang besar yang sangat berbeda dibandingkan dengan wanita usia dewasa," kata Warren.

Lebih dari 40% siswa yang ditanya mengatakan mereka menjadi perokok pasif di rumah dan 50% mengalaminya di tempat-tempat umum demikian laporan penelitian jurnal kedokteran Lancet.

Merokok adalah penyebab kematian yang paling besar jumlahnya namun sebenarnya dapat dicegah. Kebiasaan merokok meningkatkan risiko terkena penyakit jantung yang menyebabkan serangan jantung, stroke, gangguan pernafasan, paru-paru dan berbagai jenis kanker.

Warren mengatakan temuannya harus disertakan dalam proyeksi terhadap kematian akibat merokok. Ia juga menghimbau agar dilakukan upaya yang lebih bahkan dua kali lipat untuk mencegah para remaja putri memiliki kebiasaan merokok.

Dalam penelitian yang terpisah para peneliti dari University of Minnesota School of Public Health di Minneapolis yang memuat karyanya di jurnal Lancet mengingatkan India bahwa negara itu dapat menghadapi lonjakan perokok dikalangan usia anak-anak.

Setelah melakukan survei terhadap 11.642 murid-murid di 32 sekolah di India para ilmuwan tersebut menemukan murid-murid kelas enam, dua hingga empat kali lipat jumlahnya menggunakan tembakau dibandingkan kakak-kakak mereka yang kelas dua SMP.

"Hasil temuannya anak-anak kelas enam secara signifikan menggunakan lebih banyak tembakau dibandingkan dengan muri-murid kelas dua SMP menunjukkan adanya gelombang baru pengguna tembakau di kalangan urban India yang harus di segera ditangani dengan segera." (*/rit)

Akibat Rokok, Lelaki Banyak Menderita Tumor Nasofaring

Salah satu tumor yang paling banyak menyerang kaum lelaki adalah tumor nasofaring. Perbandingan penderita antara laki-laki dan perempuan adalah tiga banding satu. “Dari seluruh tumor, yang paling banyak diderita oleh laki-laki adalah tumor nasofaring,” kata dr. Bambang Hariwiyanto, Sp. THT(K) usai ujian promosi doktor di Auditorium Fakultas Kedokteran (FK) UGM, Sabtu (21/3) .

Menurut pria yang sehari-harinya bekerja di Subbagian Onkologi THT RSUP Dr. Sardjito ini, penyebab kaum adam banyak mengidap tumor nasofaring adalah faktor infeksi virus, keturunan, dan pola hidup yang tidak sehat, antara lain kebiasaan merokok. “Kebanyakan yang diserang adalah laki-laki dewasa muda. Mungkin salah satu penyebabnya adalah rokok, selain multifaktor yang lain, seperti virus, keturunan, dan pola hidup,” katanya.

Penyakit tumor jenis ini tidak menunjukkan gejala yang khas pada stadium awal dan biasanya baru terdeteksi ketika sudah stadium akhir. Kebanyakan pasien memeriksakan kondisinya pada stadium akhir, padahal pengobatan pada stadium ini sudah tidak efisien lagi. “Mereka kebanyakan yang datang sudah sekitar stadium 3 dan 4 sehingga menyebabkan kematian yang tinggi. Tingkat kematian cukup tinggi pada stadium ini. Dalam penelitian saya, di RS Sardjito sedikitnya ada 90-100 pasien baru per tahun,” ungkap pria kelahiran Yogyakarta, 15 November 1950 ini.

Lebih lanjut dikatakannya, tingkat tumor nasofaring di Indonesia adalah 5,6 per 100 ribu penduduk. Artinya, pada sekitar 100 ribu penduduk terdapat 5-6 penderita yang terkena nasofaring. “Jumlah ini tergolong rendah,” tutur Bambang. Di China, jumlah penderita terbilang cukup tinggi, yakni dengan tingkat prevalensi 5 sampai 75 penderita per 100 ribu penduduk. “Kalau di China disebabkan faktor genetik dan kebiasaan mengonsumsi ikan asin yang berlebihan sejak kecil,” jelasnya.

Dalam penelitian Bambang, untuk wilayah DIY dan Jawa Tengah, Kebumen merupakan wilayah yang paling banyak terdapat kasus tumor nasofaring. Namun, dirinya belum mengetahui lebih detail yang menjadi faktor penyebabnya karena belum melakukan penelitian lebih lanjut.

Bambang menyampaikan disertasi yang berjudul “Peran Protein EBNA 1, EBNA 2, LMP1, dan LMP2 Virus Epstein Barr sebagai Faktor Prognosis pada Pengobatan Karsinoma Nasofarings”. Dalam ringkasan disertasinya disebutkan bahwa terdapatnya protein LMP1 dan LMP2 pada kasus karsinoma nasofaring menyebabkan tingkat keberhasilan terapi lebih kecil dan dengan demikian angka kematian menjadi lebih besar. Namun sebaliknya, ekspresi EBNA2 menyebabkan keberhasilan terapi lebih besar. “Ekspresi protein LMP1 dan LMP2, jika muncul maka pasien ini hasil terapinya jelek,” kata Bambang yang lulus ujian tersebut dengan predikat cumlaude. (Humas UGM/Gusti Grehenson)

rokok1Dampak positif dari merokok belum ditemukan di dalam sebuah artikel atau opini publik kecuali keuntungan bagi produsen dan pedagangnya. Yang ada adalah himbauan dan seruan dari berbagai pihak untuk menghindari yang namanya rokok. Namun demikian, sampai hari ini, meskipun sudah banyak himbauan dan peringatan akan bahaya merokok, tetapi tetap saja banyak orang di muka bumi ini yang merokok.

Padahal, semua orang tahu bahwa dampak negatif dari merokok sangat banyak dan beragam bagi kesehatan tubuh manusia. Seperti kandungan tar, nikotin, zat, dan gas kimia dalam rokok sudah menjadi rahasia umum berpotensi membenihkan sekian penyakit. Di bungkusnya saja sudah ada peringatan.

Di pasaran saat ini banyak juga ditemui rokok yang mengklaim produknya memiliki kandungan tar dan nikotin lebih rendah. Tetapi tetap saja gas yang ditimbulkan sebagai efek samping merokok berpotensi membahayakan bagi si perokok (aktif) dan bagi orang di sekitarnya (pasif).

Menurut penelitian ada 10 tipe kanker yang disebabkan oleh rokok. Selain itu disebutkan juga bahwa pria perokok akan meninggal 13,2 tahun lebih muda dibandingkan yang bukan perokok sedangkan wanita perokok meninggal 14,5 tahun lebih muda.

Merokok dapat menyebabkan kanker mulut, pita suara, dan esofagus. Wanita perokok memiliki kemungkinan 13 kali lebih tinggi kena kanker paru paru dibanding yang tidak merokok. Sedangkan pria perokok 23 kali lebih tinggi terkena kanker paru paru dibanding yang tidak merokok.

Kanker perut dan lambung, kanker ginjal, kanker pankreas, bila fatal dapat menyebabkan diabetes mellitus, kencing manis, kanker leher rahim, kanker darah atau leukemia.

Perokok berisiko 3 kali lebih tinggi menderita katarak yang dapat menyebabkan kebutaan. Rokok dapat menjadi penyebab utama terjadinya stroke dan kerusakan otak. Perokok berisiko 10 kali lebih tinggi menderita periodontitis (gusi terbakar yang mengarah ke infeksi) sehingga dapat merusak jaringan halus dari tulang.

Dampak lainnya dapat terjadi pneumonia, bronchitis, asma, batuk kronis, gagal jantung, serangan jantung, hipertensi, dan stroke. Kemandulan, bayi lahir prematur, bayi lahir berat badan kurang (BBLR), dan gangguan pernapasan.

Untuk mencegah dampak buruk dari masuk dan tertimbunnya bahan berbahaya rokok ke dalam saluran pernapasan, sebaiknya perokok mengonsumsi sumber-sumber klorofil dan antioksidan secara teratur. Tidak lupa tentunya saran yang paling tepat adalah mulai berubah, mengurangi, dan menghilangkan kebiasaan hidup yang kurang baik seperti merokok.

Selain perokok, di negeri kita tercinta ini jumlah perokok pasif ternyata sangat banyak. Survei sosial ekonomi nasional tahun 2001 menunjukkan, 91,8 persen penduduk mengaku merokok di rumah ketika sedang bersama keluarganya. Akibatnya, 97,5 juta orang dengan mudah mengisap asap rokok di rumah. Dari jumlah itu, 43 juta diantaranya adalah bayi hingga anak-anak berusia 14 tahun.

Merokok merupakan perilaku adiksi yang telah mewabah secara global dan endemis di Indonesia. Ini menjadikan masalah bersama yang perlu ditanggulangi.

Sebagian besar keluarga di Indonesia mempunyai anggota keluarga yang pernah atau sedang menjadi perokok aktif. Bila perilaku merokok menjadi adiktif pada salah satu anggota keluarga, maka anggota keluarga yang lain akan terkena dampak buruknya, termasuk janin yang masih di dalam kandungan.

Karena itu, jika Anda seorang perokok, maka berhenti merokok merupakan langkah yang sangat terpuji. Ini artinya, Anda tak hanya menyayangi diri Anda sendiri, tapi juga menyayangi sesama. Memang, tidak mudah bagi orang yang sudah kecanduan rokok untuk menghentikan kebiasaan buruk ini. Banyak kalangan sampai hari ini tidak pernah patah arang untuk mengingatkan orang agar menghindari rokok.

Berhenti Merokok

Merasa sulit berhenti merokok, banyak perokok yang berusaha mengurangi bahaya rokok dengan beralih ke rokok rendah tar. Mereka menganggap, rokok jenis ini memiliki risiko yang lebih ringan terhadap kesehatan, atau dengan kata lain, rokok rendah tar merupakan rokok yang ‘ramah’ terhadap kesehatan. Tapi benarkah rokok rendah tar lebih aman? Sejauh ini, belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa rokok rendah tar menurunkan risiko gangguan terhadap kesehatan.

Jadi, apa yang sebaiknya dilakukan? Rasanya, tak ada pilihan yang lebih baik kecuali berhenti merokok. Karena, banyak manfaat yang akan Anda peroleh jika berhenti merokok. Salah satunya, kualitas dan kuantitas hidup Anda akan meningkat. Begitu pun kualitas dan kuantitas hidup orang-orang yang tinggal bersama Anda, akan meningkat pula. Ini bisa dipahami karena mereka yang selama ini terpaksa ikut mengisap asap rokok dari Anda, kini terbebas dari asap berbahaya itu.

Bagi masyarakat, hal itu akan mengurangi pengeluaran biaya pengobatan penyakit akibat rokok, serta mengurangi mangkir karena sakit akibat rokok.

Diantara zat kimia itu yang terpenting dan sudah ada kaitannya dengan penyakit adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida.

Tar sebagai getah tembakau adalah zat berwarna coklat berisi berbagai jenis hidrokarbon aromatik polisiklik, amin aromatik, dan N-nitrosamine. Tar yang dihasilkan asap rokok akan menimbulkan iritasi pada saluran napas, menyebabkan bronchitis, kanker nasofaring, dan kanker paru.

Kanker
Nikotin adalah bahan alkaloid toksik yang merupakan senyawa amin tersier, bersifat basa lemah dengan pH 8,0. Pada pH fisiologis, sebanyak 31% nikotin berbentuk bukan ion dan dapat melalui membran sel. Asap rokok pada umumnya bersifat asam (pH 5,5). Pada pH ini nikotin berada dalam bentuk ion dan tidak dapat melewati membran secara cepat sehingga di mukosa pipi hanya terjadi sedikit absorpsi nikotin dari asap rokok.

Pada perokok yang menggunakan pipa, cerutu dan berbagai macam sigaret Eropa, asap rokok bersifat basa dengan pH 8,5 dan nikotin pada umumnya tidak dalam bentuk ion dan dapat diabsorpsi dengan baik melalui mulut.

Nikotin juga berpengaruh terhadap pembuluh darah yakni merusak endotel pembuluh darah dan terhadap trombosit dengan meningkatkan agregasi trombosit. Nikotin diduga sebagai penyebab ketagihan merokok.

Karbon monoksida (CO) adalah gas beracun yang mempunyai afinitas kuat terhadap hemoglobin pada sel darah merah, sehingga membentuk karboksi hemoglobin mencapai tingkat tertentu akan dapat menyebabkan kematian.

Akibat buruk dari kebiasaan merokok bagi kesehatan menurut salah satu penelitian kohort prospektif oleh Doll & Hill di Inggris tahun 1951, yang berlangsung hingga tahun 1990-an. Penelitian melibatkan 34.439 dokter sebagai responden, sepuluh ribu responden tersebut telah meninggal dunia dalam periode 20 tahun pertama penelitian (1951-1971).

Sementara 10.000 orang lainnya meninggal dalam 20 tahun kedua (1971-1991) sejak penelitian itu sampai tahun 1990 ada sekitar 50 juta orang yang meninggal akibat kebiasaan merokok. Sedangkan dari tahun 1995 sampai tahun 2000 diperkirakan ada setidaknya 15 juta orang yang meninggal akibat kebiasaan merokok. Doll dan Hill melaporkan penyakit yang disebabkan oleh merokok, antara lain: kanker paru, kanker esofagus, kanker saluran napas lainnya, bronchitis kronik, dan emfisema, penyakit jantung paru.

Weir dan Dunn melaporkan hasil penelitian terhadap 68.153 laki-laki dan mendapatkan risiko yang lebih tinggi pada perokok untuk mendapatkan kanker paru, kanker mulut, kanker laring, kanker esophagus. Penyakit lain yang berhubungan dengan merokok ialah ulkus peptikum, emfisema, aneurisma, arteriosclerosis.

Kebiasaan merokok akan memepercepat penurunan faal paru. Penurunan volume ekspirasi paksa detik 1 (VEP 1), pertahun adalah 28,7 ml, 38,4 ml dari 41,7 ml masing-masing untuk nonperokok, bekas perokok dan perokok aktif.

Kebiasaan merokok mempengaruhi terjadinya penyakit paru akibat kerja seperti fibrosis paru akibat paparan aluminium, paparan radon, polimer FUME fever. Pengaruh asap rokok dapat lebih besar daripada pengaruh debu tambang. Penelitian menunjukkan bahwa pengaruh buruk debu hanya sekitar sepertiga dari pengaruh buruk rokok.

Sumber: dikutip dari harian analisa (analisadaily.com)

Kematian Akibat Rokok Makin Tinggi

Hasil survey dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia mengungkapkan setiap hari di Indonesia diperkirakan 1172 orang tewas akibat tembakau khususnya rokok. Dari jumlah itu didominasi oleh kaum pria sebanyak 67 persen dan perempuan sekitar 5 persen.

Hal itu dikemukakan peneliti dari Pusat Kajian Bioetik dan Perilaku Kesehatan Fakultas Kedokteran (FK) UGM Yayi Suryo Prabandari di Fakultas Kedokteran UGM, Jum'at (29/5).

Saat ini ada trend peningkatan jumlah remaja terutama kaum putri yang merokok hingga 30 persen.“ Memang masih didominasi kaum pria tapi saat ini ada trend peningkatan pengguna di kalangan remaja putri,''kata dia.

Indonesia berada di peringkat ke tiga sebagai negara yang masyarakatnya terbanyak sebagai perokok setelah China dan India. Kondisi ini sama dengan keberadaan masyarakat Indonesia yang terserang TBC.

Konvensi Tembakau

Sementara itu menurut peneliti Prof Sunarto, hingga sekarang di kawasan Asia Pasifik Indonesia merupakan satu-satunya negara yang belum menerapkan Konvensi soal pemakaian tembakau dalam framework on Tobaco Control (FCTC) yang telah ditandatangani oleh 160 negara di dunia. Padahal dalam konvensi itu diatur secara ketat pemakaian tembakau untuk rokok seperti produksi, iklan dan penggunanya.

''Dalam konvensi itu ketat diatur bagaiamana produksi rokok diturunkan, iklan rokok dihapus, anak-anak dilarang merokok hingga pemakaian kawasan rokok,'' kata dia.

Sehubungan dengan itu Sunarto mendesak agar pemerintah bisa menerapkan kebijakan yang telah ditempuh oleh beberapa negara dalam iklan rokok.

Di sejumlah negara seperti Thailand, pada setiap bungkus rokok selain ditulis bahaya merokok juga disertai gambar/foto korban bahaya merokok sehingga lambat laun akan mengurangi jumlah perokok. Hal itu ternyata berpengaruh terhadap tingkat pengguna merokok yang cenderung turun. (muslimdaily.net/dkr/rpblk)

bahaya bagi tubuh

Bahaya Merokok

Rokok merupakan benda yang sudah tak asing lagi bagi kita. Merokok sudah menjadi kebiasaan yang sangat umum dan meluas di masyarakat. Bahaya merokok terhadap kesehatan tubuh telah diteliti dan dibuktikan banyak orang. Efek-efek yang merugikan akibat merokok pun sudah diketahui dengan jelas. Banyak penelitian membuktikan kebiasaan merokok meningkatkan risiko timbulnya berbagai penyakit seperti penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah, kanker paru-paru, kanker rongga mulut, kanker laring, kanker osefagus, bronkhitis, tekanan darah tinggi, impotensi serta gangguan kehamilan dan cacat pada janian.

Pasioen-pasien perokok juga berisiko tinggi mengalami komplikasi atau sukarnya penyembuhan luka setelah pembedahan termasuk bedah plastik dan rekonstruksi, operasi plastik pembentukan payudara dan operai yang menyangkut anggota tubuh, bagian bawah.

Pada kenyataannya kebiasaan merokok ini sulit dihilangkan dan jarang diakui orang sebagai suatu kebiasaan buruk. Apalagi orang yang merokok untuk mengalihkan diri dari stress dan tekanan emosi, lebih sulit melepaskan diri dari kebiasaan ini dibandingkan perokok yang tidak memiliki latar belakang depresi.

Penelitian terbaru juga menunjukkan adanya bahaya dari seconhandsmoke yaitu asap rokok yang terhirup oleh orang-orang bukan perokok karena berada di sekitar perokok atau bisa disebut juga dengan perokok pasif. Rokok tidak dapat dipisahkan dari bahan baku pembuatannya yakni tembakau. Di Indonesia tembakau ditambah cengkih dan bahan-bahan lain dicampur untuk dibuat rokok kretek. Selain kretek tembakau juga dapat digunakan sebagai rokok linting, rokok putih, cerutu, rokok pipa dan tambakau tanpa asap (tembakau kunyah).

Sebetulnya apa saja yang terkandung dalam asap sebatang rokok yang dihisap ? Tidak kurang dari 4000 zat kimia beracun. Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas (85 persen) dan partikel. Nikotin, gas karbonmonoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida, amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol, kumarin, 4-etilkatekol, ortokresol dan perylene adalah sebagian dari beribu-ribu zat di dalam rokok.

Komponen gas asap rokok adalah karbonmonoksida, amoniak, asam hidrosianat, nitrogen oksida dan formaldehid. Partikelnya berupa tar, indol, nikotin, karbarzol dan kresol. Zat-zat ini beracun, mengiritasi dan menimbulkan kanker (karsinogen). Sebetulnya apa sih zat-zat tersebut dan bagaimana mereka membahayakan tubuh ?

(1) Nikotin. Zat yang paling sering dibicarakan dan diteliti orang, meracuni saraf tubuh, meningkatkan tekanan darah, menimbulkan penyempitan pembuluh darah tepi dan menyebabkan ketagihan dan ketergantungan pada pemakainya. Kadar nikotin 4-6 mg yang diisap oleh orang dewasa setiap hari sudah bisa membuat seseorang ketagihan.

(2) Timah hitam (Pb) yang dihasilkan sebatang rokok sebanyak 0,5 ug. Sebungkung rokok (isi 20 batang) yang habis diisap dalam satu hari menghasilkan 10 ug. Sementara ambang batas timah hitam yang masuk ke dalam tubuh adalah 20 ug per hari. Bisa dibayakangkan bila seorang perkok berat menghisap rata-rata 2 bungkus rokok per hari, berapa banyak zat berbahaya ini masuk ke dalam tubuh. (3) Gas karbonmonoksida (CO) memiliki kecenderungan yang kuat untuk berikatan dengan hemoglobin dalam sel-sel darah merah. Seharusnya hemoglobin ini berikatan dengan oksigen yang sangat penting untuk pernasapan sel-sel tubuh, tapi karena gas CO lebih kuat daripada oksigen maka gas CO ini merebut tempatnya "di sisi" hemoglobin. Jadilah hemoglobin bergandengan dengan gas CO. Kadar gas CO dalam darah bukan perokok kurang dari 1 persen. Sementara dalam darah perokok mencapai 4-15 persen. (4) Tar adalah kumpulan dari beribu-ribu bahan kimia dalam komponen padat asap rokok dan bersifat karsinogen. Pada saat rokok dihisap, tar masuk ke dalam rongga mulut sebagai uap padat. Setelah dingin akan menjadi padat dan membentuk endapan berwarna coklat pada permukaan gigi, saluran pernafasan dan paru-paru. Pengedapan ini bervariasi antara 3-40 mg per batang rokok, sementara kadar tar dalam rokok berkisar 24-45 mg.

----Antibodi Menurun
Rongga mulut sangat mudah terpapar efek yang merugikan akibat merokok. Tejadinya perubahan dalam rongga mulut sangat masuk diakal karena mulut merupakan awal terjadinya penyerapan zat-zat hasil pembakaran rokok. Temperatur rokok pada bibir adalah 30 derajat C, sedangkan ujung rokok yang terbakar bersuhu 900 derajat C.

Asap panas yang berhembus terus menerus ke dalam rongga mulut merupakan rangsangan panas yang menyebabkan perubahan aliran darah dan mengurangi pengeluaran ludan. Akibatnya rongga mulut menjadi kering dan lebih an-aerob (suasana bebas zar asam) sehingga memberikan lingkungan yang sesuai untuk tumbuhnya bakteri an-aerob dalam plak. Dengan sendirinya perokok berisiko lebih besar terinfeksi bakteri penyebab penyakit jaringan pendukung gigi dibandingkan mereka yang perokok.

Pengaruh asap rokok secara langsung adalah iritasi terhadap gusi dan secara tidak langsung melalui produk-produk rokok seperti nikotin yang sudah masuk melalui aliran darah dan ludah, jaringan pendukung gigi yang sehat seperti gusi, selaput gigi, semen gigi dan tulang tempat tertanamnya gigi menjadi rusak karena terganggunya fungsi normal mekanisme pertahanan tubuh terhadap infeksi dan dapat merangsang tubuh untuk menghancurkan jaringan sehat di sekitarnya.

Pada perokok terdapat penurunan zat kekebalan tubuh (antibodi) yang terdapat di dalam ludah yang berguna untuk menetralisir bakteri dalam rongga mulut dan terjadi gangguan fungsi sel-sel pertahanan tubuh. Sel pertahanan tubuh tidak dapat mendekati dan memakan bakteri-bakteri penyerang tubuh sehinggal sel pertahanan tubuh tidak peka lagi terhadap perubahan di sekitarnya juga terhadap infeksi.

Gusi seorang perokok juga cenderung mengalami penebalan lapisan tanduk. Daerah yang mengalami penebalan ini terlihat lebih kasar dibandingkan jaringan di sekitarnya dan berkurang kekenyalannya. Penyempitan pembuluh darah yang disebabkan nikotin mengakibatkan berkurangnya aliran darah di gusi sehingga meningkatkan kecenderungan timbulnya penyakit gusi.

Tar dalam asap rokok juga memperbesar peluang terjadinya radang gusi, yaitu penyakit gusi yang paling sering tejadi yang disebabkan oleh plak bakteri dan faktor lain yang dapat menyebabkan bertumpuknya plak di sekitar gusi. Tar dapat diendapkan pada permukaan gigi dan akar gigi sehingga permukaan ini menjadi kasar dan mempermudah perlekatan plak. Dari beberapa penelitian yang telah dilakukan plak dan karang gigi lebih banyak terbentuk pada rongga mulut perokok dibandingkan bukan perokok. Penyakit jaringan pendukung gigi yang parah, kerusakan tulang penyokong gigi dan tanggalnya gigi lebih banyak terjadi pada perokok daripada bukan perkok. Pada perawatan penyakit jaringan pendukung gigi pasien perokok memerlukan perawatan yang lebih luas dan lebih lanjut. Padahal pada pasien bukan perokok dan pada keadaan yang sama cukup hanya dilakukan perawatan standar seperti pembersihan plak dan karang gigi.

Keparahan penyakit yang timbul dari tingkat sedang hingga lanjut berhubungan langsung dengan banyaknya rokok yang diisap setiap hari berapa lama atau berapa tahun seseorang menjadi perokok dan status merokok itu sendiri, apakah masih merokok hingga sekarang atau sudah berhenti.

Nikotin berperan dalam memulai terjadinya penyakit jaringan pendukung gigi karena nikotin dapat diserap oleh jaringan lunak rongga mulut termasuk gusi melalui aliran darah dan perlekatan gusi pada permukaan gigi dan akar. Nikotin dapat ditemukan pada permukaan akar gigi dan hasil metabolitnya yakni kontinin dapat ditemukan pada cairan gusi.

Perlekatan jaringan ikat dan serat-serat kolagen terhambat, sehingga proses penyembuhan dan regenerasi jaringan setelah perawatan terganggu.

Tembakau kunyah sering disebut juga tembakau tanpa asap, tampaknya juga telah menjadi tren dan produknya banyak dimanfaatkan oleh kalangan muda, atletik dan wanita usia lanjut di Amerika. Di Indonesia mengunyah tembakau telah menjadi kebiasan sejak dulu. Walaupun tanpa asap kebiasaan mengunyah tembakau ini diduga sebagai penyebab terjadinya 'bercak putih' (leukoplakia) dan terjadinya kanker rongga mulut. Kelainan biasanya terjadi di daerah pipi, tempat tembakau tanpa asap ini biasa disisipkan. * drg Amalia (sh)

1

dampak merokok bagi kesehatan

Syamsuir, warga Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, kini tak bisa bicara lagi. Pasalnya, ia pernah terkena kanker pita suara. Sebabnya? Tak lain karena dia perokok berat selama 30 tahun. Satu hari tiga bungkus rokok ia sulut.

Syamsuir bekerja sebagai tukang reparasi jam. Penghasilannya tak seberapa. Jadi, untuk kebiasaan merokok ia nyaris menghabiskan sebagian besar penghasilannya. Akibatnya? Di lehernya kini terdapat lubang besar bekas operasi yang pernah dijalaninya. Dan, yang lebih ia sesali: suaranya pun menghilang.

Syamsuir adalah satu dari jutaan korban akibat merokok. Di Indonesia, 70 persen dari 60 juta perokok adalah mereka yang berasal dari golongan ekonomi menengah ke bawah. Artinya, sudah miskin, masih terjerat kebiasaan merokok yang menguras isi kantong.

Belum lagi sekitar 65,6 juta perempuan dan 43 juta anak-anak di Indonesia yang terpapar asap rokok. Mereka ini adalah perokok pasif dan rentan pula terkena bermacam penyakit akibat rokok, yakni bronkitis, paru-paru, kanker usus, kanker hati, stroke, dan berbagai penyakit lain.

Setiap tahun sekitar 200.000 kematian di Indonesia diakibatkan kebiasaan merokok. Sebanyak 25.000 korban adalah perokok pasif. Memang akibat rokok tak akan langsung muncul seketika. Dampaknya baru tampak setelah 25 tahun sejak seseorang pertama kali merokok.

Peneliti senior Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Sri Moertiningsih Adioetomo, pernah menyatakan, dari sebuah studi ditemukan bahwa biaya rawat inap pengidap penyakit akibat merokok mencapai Rp 2,9 triliun per tahun.

Indonesia memang hebat dalam hal konsumsi rokok. Bayangkan, kini Indonesia menduduki posisi ketiga di dunia setelah China dan India untuk urusan konsumsi rokok. Pemerintah Indonesia dinilai tidak memiliki kemauan politik untuk menangani persoalan rokok secara serius.

Bayangkan saja, Road Map Industri Rokok justru menargetkan penambahan konsumsi rokok. Pada tahun 2005 konsumsi rokok di Indonesia mencapai 220 miliar batang rokok. Pada Road Map Industri Rokok tahun 2015 ditargetkan konsumsi rokok meningkat menjadi 260 miliar batang.

Target 10 tahun meningkat 40 miliar batang. Sebanyak 40 miliar batang rokok dikonsumsi 10 juta perokok. Artinya, dalam 10 tahun direkrut 10 juta perokok baru. Bisa dikatakan dalam satu tahun ditarget 1 juta perokok baru atau 249 perokok baru per hari, kata Setyo Budiantoro dari Tobacco Control Support Center Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (TCSC-IAKMI).

Siapakah perokok-perokok baru itu? Tentu saja para remaja. Tak heran industri rokok tak segan membuang dana besar untuk belanja iklan. Baik iklan di televisi maupun di papan iklan jalanan. Mulai dari konser musik remaja hingga acara olahraga.

Gambar di bungkus rokok

rokok-1Melawan industri rokok dengan membalas memasang iklan bahaya rokok jelas tak mungkin. Jika ingin menyelamatkan bangsa, terutama generasi muda, yang paling masuk akal dan paling mungkin dilakukan adalah mengontrol industri rokok dan menerapkan aturan-aturan yang termaktub dalam Framework Convention on Tobacco Control.

Salah satunya adalah dengan memasang gambar-gambar penyakit akibat rokok di bungkus rokok. Bukan sekadar peringatan berukuran kecil dan nyaris diabaikan perokok karena tidak ada efek jera.

Pictorial graphic warning atau peringatan dengan gambar di bungkus rokok terbilang efektif. Efektif karena menjangkau segala lapisan, ada efek repetitif karena akan dilihat 5.800-7.000 kali per tahun oleh perokok yang merokok satu bungkus per hari.

Selain itu, pemerintah juga tidak perlu mengeluarkan biaya, gambarnya pun jelas, kuat, dan besar, lebih dari sejuta peringatan dengan kata-kata, kata Widyastuti Soerojo dari TCSC-IAKMI.

Peringatan dengan gambar terbukti efektif di beberapa negara, seperti di Kanada sebanyak 44 persen perokok ingin berhenti, 58 persen perokok mulai memikirkan bahaya konsumsi rokok, 35 persen perokok pengetahuannya akan bahaya rokok meningkat, dan 17 persen perokok menyembunyikan bungkusnya karena tidak ingin orang lain melihat gambar peringatan tersebut.

Di Singapura, 47 persen perokok menjadi lebih jarang merokok, 57 persen perokok mulai berpikir tentang dampak kesehatan, 71 persen perokok pengetahuannya meningkat, 25 persen perokok termotivasi untuk berhenti, 28 persen perokok mengurangi jumlah rokok yang diisap, 14 persen perokok tidak merokok di depan anak-anak, 12 persen perokok tidak merokok di depan perempuan hamil, dan 8 persen perokok mengurangi rokok ketika di rumah.

Di Thailand, 92 persen perokok ingin berhenti merokok, 62 persen perokok mengurangi rokok, 20 persen perokok mencoba berhenti merokok, dan 25 persen perokok tetap merokok dengan jumlah yang sama.

Di Brasil, 54 persen perokok berubah sikap tentang dampak merokok setelah melihat gambar di bungkus rokok dan 67 persen perokok ingin berhenti merokok. Dampak lebih besar pada kelompok pendidikan dan pendapatan rendah.

Yang memprihatinkan, rokok produksi Indonesia yang diekspor ke luar negeri, seperti Singapura, Thailand, Malaysia, dan Brunei, telah ditempeli gambar-gambar penyakit akibat rokok. Namun, rokok yang sama beredar di Indonesia tanpa ditempeli gambar-gambar penyakit akibat rokok.

Hal itu bisa diartikan, industri rokok patuh kepada pemerintah negeri tetangga. Jika demikian, kenapa tidak diberlakukan aturan yang sama untuk bungkus rokok yang beredar di Indonesia? Tidak ada alasan untuk tidak melaksanakan ketentuan internasional tersebut.

Awalnya memang sulit, tapi Pemerintah Hongkong akhirnya berhasil melaksanakan aturan-aturan internasional itu, kata Dr Homer dari Tobacco Control Legislation di Hongkong.

Berkaca dari pengalaman negeri tetangga, Pemerintah Indonesia sudah saatnya mulai mencicil melaksanakan aturan-aturan internasional tentang pengendalian dampak tembakau. Setidaknya, dengan memberlakukan peringatan dengan gambar di bungkus rokok.

(kompas.com, Jumat, 10 Juli 2009)

(Dilihat 36 kali)

dampak buruk rokok

Efek Bahaya Asap Rokok Bagi Kesehatan Tubuh Manusia

Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok.

1. Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Beberapa zat yang sangat berbahaya yaitu tar, nikotin, karbon monoksida, dsb.

2. Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat bahan pemicu kanker di udara dan 50 kali mengandung bahan pengeiritasi mata dan pernapasan. Semakin pendek rokok semakin tinggi kadar racun yang siap melayang ke udara. Suatu tempat yang dipenuhi polusi asap rokok adalah tempat yang lebih berbahaya daripada polusi di jalanan raya yang macet.

3. Seseorang yang mencoba merokok biasanya akan ketagihan karena rokok bersifat candu yang sulit dilepaskan dalam kondisi apapun. Seorang perokok berat akan memilih merokok daripada makan jika uang yang dimilikinya terbatas.

4. Harga rokok yang mahal akan sangat memberatkan orang yang tergolong miskin, sehingga dana kesejahteraan dan kesehatan keluarganya sering dialihkan untuk membeli rokok. Rokok dengan merk terkenal biasanya dimiliki oleh perusahaan rokok asing yang berasal dari luar negeri, sehingga uang yang dibelanjakan perokok sebagaian akan lari ke luar negeri yang mengurangi devisa negara. Pabrik rokok yang mempekerjakan banyak buruh tidak akan mampu meningkatkan taraf hidup pegawainya, sehingga apabila pabrik rokok ditutup para buruh dapat dipekerjakan di tempat usaha lain yang lebih kreatif dan mendatangkan devisa.

5. Sebagian perokok biasanya akan mengajak orang lain yang belum merokok untuk merokok agar merasakan penderitaan yang sama dengannya, yaitu terjebak dalam ketagihan asap rokok yang jahat. Sebagian perokok juga ada yang secara sengaja merokok di tempat umum agar asap rokok yang dihembuskan dapat terhirup orang lain, sehingga orang lain akan terkena penyakit kanker.

6. Kegiatan yang merusak tubuh adalah perbuatan dosa, sehingga rokok dapat dikategorikan sebagai benda atau barang haram yang harus dihindari dan dijauhi sejauh mungkin. Ulama atau ahli agama yang merokok mungkin akan memiliki persepsi yang berbeda dalam hal ini.

Kesimpulan :

Jadi dapat disimpulkan bahwa merokok merupakan kegiatan bodoh yang dilakukan manusia yang mengorbankan uang, kesehatan, kehidupan sosial, pahala, persepsi positif, dan lain sebagainya. Maka bersyukurlah anda jika belum merokok, karena anda adalah orang yang smart / pandai.

Ketika seseorang menawarkan rokok maka tolak dengan baik. Merasa kasihanlah pada mereka yang merokok. Jangan dengarkan mereka yang menganggap anda lebih rendah dari mereka jika tidak ikutan ngerokok. karena dalam hati dan pikiran mereka yang waras mereka ingin berhenti merokok.